efek samping cytotec pada janin

Ulasan Efek Samping Cytotec Pada Janin dan Hal Lainnya

Dalam dunia kedokteran Cytotec ini digunakan sebagai pencegah dan juga mengobati tukak duodenum dan tukak lambung. Namun, tak jarang pula Cytotec ini dipakai untuk induksi diluar yang dianjurkan yakni untuk penggugur kandungan. Untuk pengguguran ini harus dilakukan berdasarkan aturan serta hukum yang berlaku, dan juga saran dari dokter agar tidak mengalami efek samping Cytotec pada janin.

Namun apa sebanarnya Cytotec ini, Cytotec merupakan sebuah obat yang memiliki kandungan Misoprostol sebagai obat ataupun pencegah tukak lambung atau tukak duodenum. Adapun hal yang menyebabkan tukak lambung ialah konsumsi obat anti nyeri atau anti inflamasi non steroid. Untuk penggunaan lainnya obat ini sebaiknya atas saran dokter.

Mekanisme Kerja Cytotec

Cytotec atau Misoprostol adalah bentuk sintetis dari analog prostaglandin E1. Elemen ini dikenal dapat melindungi saluran pencernaan Anda dengan menghambat peningkatan atau sekresi asam basal, mengurangi volume sekresi lambung, menghambat sekresi asam nokturnal dan dapat meningkatkan sekresi lendir dan bikarbonat. Kinerja ini langsung ke sel-sel parietal lambung pada pengikatan di reseptor prostaglandin.

Tak hanya itu, misoprostol ini pun dapat menimbulkan kontraksi rahim pada otot polos di miometrium atau pada lapisan tengah dinding rahim dan berguna untuk merelaksasi mulut rahim. Sebab senyawa ini dengan menjalin ikatan selektif dalam reseptor prostanoid EP-3 atau EP-2. Karena hal itulah yang mengakibatkan Cytotec dapat berguna sebagai obat penggugur di awal kehamilan.

Kegunaan atau Indikasi Cytotec

– Digunakan untuk pengobatan serta pencegahan tukak usus halus dan tukak lambung.

– Mengobati sakit tukak usus duabelas jari atau tukak duodenum, tetapi tak dapat digunakan untuk mencegah tukak duodenum, maupun yang dikarenakan dari pemakaian obat AINS.

– Pencegahan serta pengobatan pada penyakit tukak lambung yang dikarenakan efek samping dari obat anti-inflamasi non steroid, apalagi pada penderita yang punya riwayat sakit tukak lambung maupun orang tua yang punya resiko mengalami tukak.

– Dipakai untuk pengobatan apabila terjadi pendarahan parah setelah wanita melahirkan.

Kontraindikasi

Tak semua orang memakai obat Cytotec, jika penderita yang diketahui punya kondisi di bawah ini :

– Tak boleh dikonsumsi untuk orang-orang yang mempunyai riwayat alergi terhadap prostaglandin atau hipersesitifitas.

– Tidak dianjurkan untuk diberikan pada ibu atau wanita hamil atau wanita yang tengah merencanakan untuk hamil. Begitupun pada kehamilan yang tak terkonfirmasi oleh testpack atau USG atau maupun kehamilan yang berada di luar kandungan atau ektopik,

– Tidak boleh diberikan pada wanita saat menjelang persalinan atau terbukti adanya kompromi janin sebelum proses persalinan serta jika terdapat luka uterus.

– Tidak diberikan pada wanita dengan kelainan uterus, mengalami plasenta previa atau perdarahan vaginal yang tidak dapat dijelaskan setelah 24 minggu kehamilan, adanya malpresentasi janin, mengalami tanda atau gejala korioamnionitis (infeksi pada cairan ketuban yang disebabkan bakteri).

– Tak disarankan dipakai bersamaan pada obat penginduksi kehamilan atau oksitosin lainnya.

Dosis Cytotec dan Cara Penggunaan

efek samping cytotec pada janin

Misoprostol atau Cytotec terdapat dalam bentuk tablet dengan dosis 100 dan 200 mcg per tabletnya. Haru Anda ingat dosis harus tepat penggunaan pada obat ini, karenanya mesti sesuai saran dari dokter Anda. hal ini mengacu pada berat badan, tingkat keparahan penyakit, umur, atau kondisi kesehatan Anda untuk dosis yang digunakan.

Adapun dosis Cytotec yang digunakan pada kondisi induksi persalinan dan penggugur ialah sebagai berikut:

– Dosis untuk penggugur kandungan pada usia janin kurang dari 49 hari, dosis pemakaian yakni 400 mcg sekali dalam sehari. Dikonsumsi sehabis menggunakan mifepristone 36-48 jam. Kemudian baru Anda pakai Cytotec. Namun Anda perlu ketahui apa saja efek samping Cytotec pada janin sebelum mengerjakannya.

– Dosis sebagai penggunaan induksi persalinan, pemakaian dosis bentuk suppositoria 200mcg yang bisa larut secara perlahan untuk 7 mcg/jam dalam sehari atau selama 24 jam, diberikan untuk wanita yang kondisi servik tak prima. Maksimal diberikan 1 obat suppositoria untuk sekali pakai.

Obat ini mesti dikeluarkan apabila terjadi situasi seperti ini terjadi yakni ada bukti kompromi janin, persalinan aktif, sudah melebihi 24 jam setelah pemakaian, kontraksi rahim berkepanjangan dan berlebihan. Pada keadaan tersebut obat tak boleh dimasukkan kembali kalau obat keluar dengan sendirinya.

Efek Samping Cytotec

Cytotec ini seperti obat-obat lain yang memiliki efek samping yang mungkin timbul pada Anda maupun efek samping Cytotec pada janin. Berikut beberapa efek samping dari Cytotec di antaranya:

– Mengalami diare dan dispepsia

– Terjadi kembung dan nyeri perut.

– Mengalami mual serta muntah.

– Terdapat ruam kulit.

– Terasa pusing dan sakit kepala.

– Bertambah atau meningkatkan kontraksi uterus.

– Terjadi pendarahan pada vagina yang tak normal.

– Walau jarang terjadi yakni hipotensi.

– Mengalami shock septik maupun shock toksik yang diikuti infeksi dan dapat berakibat fatal.

Efek samping Cytotec pada janin bisa saja terjadi bila penggunaan obat tersebut tak sesuai aturan. Dan hal yang terburuk dapat menghilangkan nyawa baik bayi ataupun ibu bayi. Karenanya konsultasikan dengan dokter penggunaan obat ini.

Tinggalkan komentar