cara menggugurkan kandungan

Ingin Tahu Cara Menggugurkan Kandungan Secara Alami Yang Aman?

cara menggugurkan kandungan

Ingin Tahu Cara Menggugurkan Kandungan Secara Alami Yang Aman? Ini Triknya!

Cara Menggugurkan kandungan atau aborsi umumnya selalu diidentikkan dengan hal yang salah. Karena aborsi berarti mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan, termasuk dikarenakan kejadian hamil diluar nikah. Padahal, aborsi itu tidak selalu dilakukan karena keinginan orang yang hamil itu sendiri. Namun, dalam beberapa kasus, ada juga beberapa hal yang membuat orang harus menggugurkan kandungannya karena masalah kesehatan.

Baik itu dikarenakan kesehatan ibu ataupun kesehatan janin yang tidak memungkinkan untuk tetap bertahan didalam kandungan. Maka dari itulah, banyak klinik atau rumah sakit mulai melakukan praktik aborsi kepada para ibu hamil karena adanya masalah medis dalam kesehatan keduanya. Tentu saja hal tersebut dilakukan dengan prosedur yang aman. Karena prosedurnya tergantung dari usia kehamilan itu sendiri.

Bahaya Yang Harus Anda Pikirkan Sebelum Memutuskan Aborsi

Sebelum melakukan aborsi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Karena dampak yang ditimbulkan dikemudian harinya sangat besar. Maka dari itulah, jika Anda berniat untuk melakukan aborsi, Anda wajib mempunyai alasan yang kuat dulu. Pertimbangkan baik-baik kenapa Anda harus melakukannya. Misalnya saja, karena ndak terlalu mudah untuk mempunyai seorang anak, sehingga tidak mampu menjaganya.

Karena alasan ekonomi yang tidak memungkinkan untuk membiayai kehidupan si kecil, karena kehamilan diluar nikah, karena belum siap mental, dan masih banyak yang lainnya. Beberapa alasan tersebut sering menjadi salah satu alasan kenapa para wanita memutuskan untuk melakukan aborsi. Maka dari itulah, jika Anda adalah salah satunya, perhatikan hal-hal berikut ini sebelum memutuskan untuk aborsi, antara lain:

  1. Cari Tahu Usia Kehamilan

Mengetahui usia kehamilan sebelum melakukan aborsi adalah hal yang sangat penting. Karena ada beberapa waktu tertentu dimana kandungan tidak bisa digugurkan. Bahkan, bila tetap dipaksakan, tindakan ini bisa mengancam nyawa dan berdampak buruk pada kesehatan wanita itu sendiri. Anda juga bisa beresiko ditangkap karena tuduhan pembunuhan, karena aborsi termasuk tindakan ilegal pada beberapa negara.

  1. Melakukan Konsultasi ke Dokter

Untuk memastikan apakah aborsi adalah solusi yang tepat untuk Anda, sebaiknya konsultasikan hal ini kepada dokter. Lakukan pemeriksaan yang komprehensif dari kondisi kesehatan Anda. Agar Anda tahu apakah tindakan ini memang harus dilakukan atau tidak.

  1. Lakukan Pengecekan Apakah Aborsi Termasuk Tindakan Ilegal di Negara Anda

Perlu diketahui bahwa tidak semua negara memperbolehkan tindakan aborsi. Maka dari itulah, pastikan dulu apakah aborsi boleh dilakukan di negara Anda sebelum melakukannya. Karena bila ternyata ilegal, hal ini bisa membuat Anda dimasukkan ke dalam penjara karena tindakan pembunuhan bayi yang tidak bersalah.

  1. Lihat Usia Anda Dulu

Memperhatikan usia itu penting sekali. Bila perlu tanyakan hal ini kepada dokter apakah aborsi di usia Anda itu aman atau tidak. Karena ada waktunya di usia tertentu dimana dokter tidak menganjurkan kepada Anda untuk melakukan aborsi. Karena bila faktor usia ini tidak diperhatikan, hal ini bisa berdampak buruk pada kehamilan Anda selanjutnya.

  1. Perhatikan Apakah Emosional Anda Sudah Siap Melakukannya

Melakukan aborsi bisa menyisakan kesedihan yang mendalam. Meskipun Anda berpikir siap melakukannya. Namun keputusan ini bisa membekas di dalam diri Anda. Maka dari itulah, perhatikan dulu kondisi emosional Anda sebelum benar-benar melakukannya.

  1. Cek Dulu Apakah Kehamilan Anda Normal atau Tidak

Anda harus melakukan scan atau tes ke dokter apakah kehamilan Anda termasuk kehamilan ektopik atau kehamilan normal. Dimana kehamilan ektopik merupakan sebuah kehamilan yang berkembang dan tumbuh diluar rahim. Biasanya perkembangannya hidup di tuba falopi. Sehingga, jika kehamilan tetap berkembang, ini bisa membahayakan nyawa bumil. Maka dari itulah, harus dilakukan aborsi.

Tak hanya itu saja, perawatan kehamilan ektopik itu harus dilakukan dengan cara melakukan operasi dan menggunakan obat-obatan. Hanya saja, aborsi medis umumnya tidak bisa mengobati kehamilan yang terjadi diluar rahim. Maka dari itulah, lihat dulu kondisi kehamilan Anda. Jangan melakukan aborsi sendiri tanpa didampingi orang yang  bisa dipercaya.

cara menggugurkan kandungan 1 bulan

Dampak setelah Aborsi

Banyak sekali bukti yang melaporkan adanya efek aborsi yang bisa merusak tubuh. Beberapa efek samping yang kerap terjadi pasca aborsi adalah kram, sakit perut, muntah, mual, diare, dan timbul bercak darah. Diluar itu, dampaknya bisa membuat Anda mengalami masalah kesehatan yang lebih berbahaya lagi. Bahkan, ada 10% orang mengalami komplikasi, sedangkan 1/5 mengalami kasus yang bisa mengancam jiwa.

Maka dari itulah, wajib hukumnya mengetahui dampak negatif sebelum melakukan aborsi. Karena efek samping dari aborsi itu biasanya mulai terlihat setelah beberapa hari, bulan, bahkan beberapa tahun kemudian. Di bawah ini adalah efek samping jika melakukan aborsi parah dimana artinya Anda membutuhkan bantuan medis bila mengalami dampak aborsi di bawah ini:

  • Pendarahan Berat pada Vagina

Pendarahan hebat ini biasanya disertai pula dengan gejala demam tinggi dan adanya gumpalan pada jaringan janin yang ada dalam rahim. Pendarahan hebat ini terjadi karena ada gumpalan darah dan jaringan yang melebihi dari bola golf. Biasanya hal ini terjadi selama 2 jam bahkan lebih. Aliran darah yang begitu deras membuat Anda harus mengganti pembalut melebihi dari 2x dalam 1 jam, selama 2 jam. Pendarahan hebat ini bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

  • Terjadi Infeksi

Infeksi ini biasanya terjadi dikarenakan leher rahim melebar saat proses aborsi dilakukan dari obat aborsi. Akibatnya, bakteri dari luar bisa masuk ke dalam tubuh dengan mudah. Sehingga, hal ini menimbulkan terjadinya infeksi parah dibagian saluran tuba, rahim, dan panggul. Tanda-tanda terjadinya infeksi sesudah aborsi adalah sakit kepala, demam, pusing, nyeri otot, dan rasa yang tidak enak di badan.

  • Terjadi Sepsis

Sepsis adalah infeksi bakteri yang telah masuk ke dalam aliran darah dan melewati ke seluruh bagian tubuh. Sehingga, hal ini membuat tekanan darah menjadi menurun, dan menyebabkan syok sepsis. Dampak ini termasuk kondisi yang gawat. Biasanya sepsis bisa terjadi karena aborsi terjadi tidak sempurna. Akibatnya ada beberapa potongan jaringan dari sisa kehamilan yang terperangkap ke dalam tubuh sesudah aborsi. Selain itu, sepsis juga bisa terjadi karena adanya infeksi bakteri di dalam rahim selama aborsi.

  • Suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius atau bahkan sangat rendah.
  • Mengalami pendarahan hebat, nyeri parah, kaki dan lengan pucat, terasa dingin.
  • Terjadi kebingungan, letih, dan gelisah.
  • Gemetar dan menggigil.
  • Tidak mampu buang air kecil.
  • Tekanan darah menjadi rendah saat berdiri.
  • Palpitasi jantung, jantung yang berdegup kencang tidak normal.
  • Sulit bernafas, atau sesak nafas.
  • Terjadi Kerusakan di Rahim

Hal ini kerap terjadi ketika wanita hamil melakukan aborsi di usia kehamilan 12 minggu hingga 24 minggu. Kerusakan ini bisa terjadi dibagian leher rahim, luka robek di rahim, dan adanya lubang di rahim. Biasanya kerusakan ini tidak dapat didiagnosa dan tidak diobati, kecuali dokter melakukan pengecekan laparoskopi. Resiko ini bisa menyebabkan kerusakan pada serviks.

  • Infeksi Pendarahan pada Panggul

Penyakit ini bisa menyebabkan terjadinya kehamilan ektopik dan membuat kesuburan wanita menjadi berkurang di masa yang akan datang. Bahkan, hal ini juga bisa mengancam nyawa. Resiko ini semakin meningkat bila dilakukan aborsi spontan dan mengalami anemia.

  • Endometritis

Ini adalah kondisi peradangan yang terjadi dibagian lapisan rahim. Biasanya resiko ini lebih berpotensi pada remaja perempuan, dibandingkan wanita yang berusia 20 tahun hingga 29 tahun. Infeksi ini jika tidak segera diobati bisa menyebabkan terjadinya komplikasi dibagian organ reproduksi, masalah kesehatan yang lain, dan mengalami masalah pada kesuburan.

  • Terkena Kanker

Wanita yang pernah melakukan aborsi sekali saja lebih berpotensi mengalami kanker serviks dari 2x hingga 3x lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak pernah melakukannya. Wanita yang sudah pernah melakukan aborsi 2x bahkan lebih, bisa beresiko mengalami hal ini sampai dengan 4, 92. Resiko kanker hati dan kanker ovarium semakin meningkat saat dilakukan aborsi tunggal dan ganda.

Hal ini biasanya terjadi karena ada masalah hormonal yang tidak normal dalam sel selama kehamilan. Hal ini juga bisa terjadi karena adanya kerusakan pada leher rahim yang tidak segera diobati, dan stress.

  • Mengalami Kematian

Mengalami pendarahan yang hebat, emboli paru, infeksi yang parah, kegagalan anestesi, dan kehamilan ektopik yang tidak dideteksi sejak awal bisa menjadi penyebab utama kenapa wanita bisa mengalami kematian seminggu setelah melakukan aborsi.

Bahkan, dalam sebuah studi di tahun 1997 di Finlandia membuktikan wanita yang melakukan aborsi bisa beresiko 4x lipat jauh lebih banyak mengalami kematian karena kondisi kesehatan di tahun selanjutnya, dibandingkan wanita yang tidak melakukan aborsi sampai cukup umur.

Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa wanita yang melakukan aborsi bisa beresiko mengalami kematian yang jauh lebih besar dibandingkan bunuh diri ataupun korban pembunuhan, dibandingkan wanita yang tetap melanjutkan kehamilannya sampai 9 bulan. Dari sinilah maka penting sekali memahami beberapa dampak buruk dari aborsi yang jarang diketahui oleh para wanita sebelum benar-benar memutuskan untuk menggugurkan kandungan.

cara menggugurkan kandungan alami

Cara Menggugurkan Kandungan (Aborsi)

Di bawah ini adalah beberapa cara menggugurkan kandungan secara alami, antara lain:

Buah Nanas Muda

Hampir setiap orang tahu jika buah nanas yang muda selalu diidentikkan dengan makanan yang bisa menggugurkan kandungan nomor 1. Buah ini menjadi makanan aborsi alami karena didalamnya mengandung enzim bromealin yang bisa membuat daging dalam rahim menjadi lunak. Akibatnya, terjadilah keguguran setelah mengonsumsinya selama kehamilan.

Namun, biasanya hal ini tergantung dari usia kehamilan itu sendiri. Usia kandungan yang terlalu muda jika makan buah ini bisa membuat perkembangan janin bisa terhambat, dan terjadilah keguguran. Sedangkan bila makan buah nanas muda selama kehamilan tua bisa membuat Anda mengalami kehamilan prematur.

Buah Durian

Buah durian yang dikonsumsi selama kehamilan bisa membuat perut menjadi terasa panas. Hal ini dikarenakan didalam buah ini mengandung alkohol yang bisa membuat perut terasa panas jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Maka dari itulah, buah ini bisa menyebabkan terjadinya prematur dan keguguran.

Karena, selain mengandung enzim bromealin, buah durian juga memiliki asam arachidonat didalamnya yang bisa membentuk senyawa prostaglandin dalam rahim bumil. Akibatnya, bisa terjadilah kontraksi hebat karena pertumbuhan janin terganggu dan bisa berakhir dengan kecacatan lahir dan keguguran.

Pepaya Muda

Buah yang satu ini juga bisa dijadikan sebagai cara menggugurkan kandungan secara alami dengan aman. Namun, hal ini hanya berlaku untuk usia kandungan yang masih muda. Jadi, meskipun buah pepaya itu memiliki banyak nutrisi vitamin yang baik untuk tubuh, seperti vitamin A, B, kalium, dan beta karotine.

Namun, mengkonsumsi buah pepaya muda dan mentah itu bisa membahayakan kehamilan. Karena didalam buah pepaya muda dan mentah ini mengandung pepsin pada bagian getahnya. Zat pepsin inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya keguguran. Apalagi selain pepsin juga ada papain yang membuat pertumbuhan janin menjadi terganggu. Sehingga, buah ini bisa menyebabkan terjadinya kontraksi berbahaya pada janin dan menyebabkan terjadinya keguguran.

Jamu Tradisional

Kontroversi terhadap penggunaan jamu tradisional sebagai cara menggugurkan kandungan secara instan mungkin tidak asing bagi sebagian besar orang. Karena ada beberapa jamu tradisional dari jenis tertentu yang bisa meluruhkan janin dengan cepat. Dimana didalam jamu tersebut terdapat rempah-rempah dan juga akar tumbuhan yang berguna untuk mengatasi permasalahan pada organ kewanitaan.

Tak heran bila sebagian besar wanita memilih jamu tradisional ini untuk menggugurkan kandungan dengan cepat. Hanya saja, jamu tradisional ini ternyata tidak bisa digunakan sebagai cara menggugurkan kandungan sampai tuntas. Sehingga, hal ini bisa beresiko buruk pada kesehatan wanita di kemudian hari.

Minuman Bersoda dan Alkohol

Seperti yang diketahui, bahwa alkohol adalah minuman keras yang bisa mengganggu pertumbuhan janin. Sehingga, alkohol bisa menyebabkan terjadinya keguguran. Hanya saja, cara ini sangat tidak aman. Karena hal ini bisa berpotensi membuat Anda mengalami pendarahan hebat jika menggunakan alkohol untuk menggugurkan kandungan.

Cara Merawat Diri setelah Aborsi

Setelah melakukan aborsi, Anda harus banyak beristirahat dari biasanya. Anda harus membiarkan tubuh Anda sampai pulih, barulah kemudian Anda bisa melakukan kegiatan seperti seharusnya.  Hal ini harus dilakukan supaya Anda terhindar dari resiko buruk dan efek samping dari aborsi. Bahkan, ada juga yang membutuhkan istirahat selama beberapa minggu saat melakukan aborsi surgical dalam kehamilan di trimester ketiga.

Tak hanya harus melakukan istirahat fisik saja, Anda harus menghindari semua kegiatan yang bisa menyebabkan stres dan emosi. Setelah itu, lakukan beberapa hal ini untuk merawat diri setelah melakukan aborsi, antara lain:

  1. Pijat perut dengan lembut agar terhindar dari kram di bagian perut bawah.
  2. Pijat punggung supaya lebih rileks.
  3. Tempelkan botol yang isinya air panas ke punggung dan perut supaya bisa meredamkan rasa nyeri. Jika Anda merasa terlalu panas, Anda bisa menambahkan alas dari kain atau handuk.
  4. Minum obat dan antibiotik dari dokter.
  5. Gunakan obat pereda nyeri, seperti iboprofen.
  6. Cek suhu tubuh Anda selama 1 minggu setelah melakukan aborsi. Karena, jika terjadi demam, itu artinya Anda mengalami infeksi pada tubuh.
  7. Pastikan untuk selalu melakukan konsultasi ke dokter setelah melakukan aborsi.

Nah, jadi seperti itulah beberapa hal tentang aborsi yang harus diperhatikan. Dimana beberapa hal yang harus diperhatikan meliputi, efek samping melakukan aborsi, bahaya aborsi, cara melakukan aborsi, dan juga cara merawat kesehatan setelah melakukan aborsi. Setelah memperhatikan beberapa hal tersebut, maka pikirkan baik-baik sebelum pada akhirnya Anda benar-benar melakukan aborsi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *